Tuesday, September 1, 2020

Cara Instal Windows 10 Menggunakan Flashdisk & DVD

 

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?

1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik

Pastikan laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.

Kalau memang dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.

2. File software Windows 10

File software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.

Namun, kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa software program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet. Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.

Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.

Barangkali masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum menginstal. lebih modern. Seperti fitur synchronize berbagai device, juga adanya fitur penyimpanan cloud melalui OneDrive. Tentu saja dengan adanya fitur ini memudahkan pengguna Windows 10 mengakses data-data dan tak perlu pusing dengan penyimpanan data dalam skala besar.

Kabarnya juga Windows 10 ini performancenya sangat baik untuk gaming. Karena Windows 10 dilengkapi dengan DirectX 12 dan game mode yang berguna untuk meningkatkan performa saat memainkan game.

Selain kelebihan tentu ada kekurangan. Dari beberapa orang mengatakan bahwa sering kali terganggu dengan updating Windows 10 yang cenderung lebih sering dibanding versi windows lainnya. Hal ini bikin tidak nyaman pengguna.

Selain itu program-program yang disediakan di WindowsSstore juga belum banyak. Padahal ada beberapa aplikasi penting yang tidak bisa dijalankan di Windows 10.

Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan Windows 10. Namun, secara garis besar Windows 10 sangat memuaskan untuk dijalankan pada laptop atau PC yang kita miliki.

Interface windows 10 mengesankan

Cara Install (Ulang) Windows 10 Lengkap dengan Flashdsik

Seperti yang saya singgung di atas tadi bahwa, cara instal Windows 10 itu bisa melalui dua cara. Antara lain menggunakan file software yang berbentuk VCD dan menggunakan file software yang tersimpan di flashdisk. Untuk tutorial kali ini saya akan fokus pada cara yang kedua, yaitu cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Karena menurut saya ini cara paling mudah dan bisa diterapkan untuk perangkat laptop yang tidak memiliki DVD drive sekalipun.

Kita tahu bahwa saat ini banyak perangkat laptop yang tidak memiliki hardware DVD drive. Sedangkan semua laptop maupun PC tentu memiliki port USB yang bisa kita gunakan untuk menyambungkan dengan flashdisk. Nah, bagaimana cara instal Windows 10 dengan flashdisk?


1. Membuat Bootable Windows 10 di Flashdisk

Yang harus dilakukan pertama adalah membuat bootable Windows 10 pada flashdisk. Selain flashdisk juga bisa pakai microSD dengan card reader. Kita hanya butuh perangkat komputer seperti laptop atau PC, flashdisk, dan file Windows 10 untuk membuatnya. Dengan catatan kapasitas flashdisk atau microSD yang kita pakai adalah berukuran minimal 8 GB. Karena besarnya file Windows 10 sekitar 4 GB lebih.

Untuk file software yang perlu disiapkan, antara lain: Rufus versi portable dan Windows 10 dalam format file ISO. Jika belum punya file Windows 10, silakan download menggunakan Windows ISO Downloader. Begitu juga dengan Rufus, jika belum punya bisa download di website resminya rufus.akeo.ie.

Tampilan aplikasi Rufus


Sampai tahap ini saya anggap teman-teman sudah memiliki file Rufus dan Windows 10. Sehingga saya akan lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu membuat bootable Windows 10 di flashdisk.

Pertama, nyalakan laptop atau PC.

Kedua, pastikan file Rufus dan Windows 10 sudah tersimpan di laptop atau PC.

Ketiga, sambungkan flashdisk atau microSD ke laptop.

Keempatdouble klik pada file rufus.exe. Jalankan aplikasinya. Pada pilihan ‘Create a Bootable Disk Using’ klik pada gambar CD, lalu akan terbuka jendela baru. Pilih file Windows 10 dengan format ISO yang sudah tersimpan di drive laptop sebelumnya. Kemudian klik ‘Open’ untuk mlanjutkan.

Kelima, pada kolom ‘Device’ pilih flasdisk yang kita sambungkan ke laptop tadi. Kemudian pada kolom ‘Partition scheme and target system type’ pilih ‘GPT partition scheme for UEFI’ dengan catatan, bootable ini nantinya akan kita jalankan pada komputer baru atau yang belum terinstal Windows sama sekali. Jika nantinya kita akan instal Windows 10 pada komputer lama atau instal ulang, maka pilihan partition scheme kita ubah ke pilihan ‘MBR partition scheme.’


Kemudian kolom ‘File system’ isi dengan pilihan ‘FAT32’, sedangkan kolom ‘Cluster size’ isi dengan pilihan default saja. Untuk kolom ‘new value label’ bisa kita tulis “Windows 10” sebagai nama file yang nantinya tersimpan di flashdisk.

Keenam, klik ‘Start’ dan setelah selesai, maka flashdisk kalian sudah siap untuk digunakan untuk menginstal Windows 10 di laptop atau PC. Kemudian klik ‘Close’ untuk menutup aplikasi Rufus.

2. Mengubah Boot Priority pada BIOS

Untuk bisa melanjutkan proses Instal Windows 10 dengan Flashdisk. Kita harus mengubah terlebih dulu boot priority pada BIOS di laptop atau PC yang akan kita instal. Ikuti langkah-langkah berikut:

Pertama, sambungkan flashdisk yang sudah kita isi dengan bootable Windows 10 ke port USB laptop atau PC yang akan kita instal.

Kedua, nyalakan laptop atau PC dengan menekan tombol power.

Ketiga, masuklah ke BIOS dengan cara menekan tombol ESC pada keyboard atau tombol F2, F4, F8, F9, atau F12, tergantung masing-masing laptop. Biasanya setiap laptop atau PC memiliki cara yang berbeda untuk bisa masuk ke BIOS. Sebelum melakukannya, pastikan kalian sudah membaca petunjuknya.

Keempat, ubah settingan prioritas booting ke flashdisk. Pada pilihan pertama, silakan ubah ke pilihan ‘USB’ sedangkan settingan lainnya biarkan default saja. Setelah selesai, silakan save dan keluar. Maka laptop atau PC akan restart.


3. Proses Instalasi Windows

Setelah restart, laptop atau PC akan mulai proses instal Windows 10. Biarkan loading hingga muncul sebuah jendela dari Windows yang meminta untuk setup bahasa dan waktu untuk komputer yang sedang kalian instal. Biarkan saja seperti itu, lalu klik ‘next’.

Pertama, Klik ‘Instal Now’ untuk memulai proses selanjutnya.

Kedua, pada jendela Activate Windows, pilih saja ‘I don’t have active key’

Ketiga, pilih system Windows yang akan diinstal. Pilih saja ‘Windows 10 pro’ lalu klik ‘Next’

Keempat, centang ‘I accept the licence term’ lalu klik ‘Next’

Kelima, pada jendela baru akan muncul dua pilihan, ‘Upgrade’ dan ‘Custom’, pilih ‘Custom’. Maksud dari ‘Upgrade’ di sini adalah jika kita hendak memperbarui sistem lama dengan yang baru tanpa menghapus aplikasi dan tanpa mengubah file yang ada di laptop atau PC. Sedangkan pilihan ‘Custom’ ini kita pilih ketika hendak menginstal Windows yang baru pada laptop atau PC.

Keenam, selanjutnya kalian harus membuat partisi penyimpanan file untuk laptop atau PC. Caranya: klik ‘Drive 0’ kemudian klik ‘New’ kemudian kalian bikin drive C. Isikan kolom size sesuai dengan ukuran drive yang diinginkan. Usahakan untuk Drive C minimal 40.000 MB. Setelah itu klik ‘Apply’ klik ‘Ok’.

Ketujuh, setelah partisi Drive C selesai dibuat, klik ‘Drive 0 unallocated space’ lalu klik ‘New’ lalu klik ‘Apply.’ Drive ini yang nantinya akan menjadi Drive D pada laptop atau PC. Kalau kalaian ingin membagi lagi menjadi dua partisi, silakan dibuat dengan cara yang sama seperti di atas. Sehingga nanti di laptop atau PC akan ada Drive C, D, E dan seterusnya sesuai dengan jumlah partisi yang kalian buat.

Kedelapan, pilih partisi Drive C yang tadi kalian buat, lalu klik ‘Next’ maka proses instal windows 10 akan mulai berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu beberapa menit. Kalian tunggu saja. Jika proses selesai, maka laptop atau PC akan restart sendiri.

4. Pengaturan Dasar Windows 10

Tahap selanjutnya pada proses instal Windows 10 adalah pengaturan dasar Windows pada laptop atau PC. Di sini ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Windows. Ada pilihan ‘Use Express Settings’ dan ‘Customize’ yang tertera pada jendela. Pilihan ‘Use Express Settings’ ini jika kalian ingin menggunakan pengaturan otomatis dari Windows.

Biasanya settingan akan dibuat default. Jika kalian ingin mengatur settingan dasar sendiri, silakan pilih ‘Customize’ untuk mengatur sesuai dengan keinginan.

Namun, ada juga jendela Windows yang langsung menyajikan pilihan dasar pengaturan. Biasanya akan muncul pilihan “region” untuk setting awal. Silakan pilih Negara tempat kalian tinggal sat ini. Kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Lalu klik ‘US’ untuk pilihan keyboard layout, lalu klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Kemudian klik ‘Skip’ untuk pilihan second layout, pilihan connect internet.

Selanjutnya adalah setting identitas pemilik PC. Ketikkan nama kalian atau pemiliki PC, klik ‘Next’. Ketikkan password yang kalian inginkan, atau biarkan kosong saja jika tidak ingin melindungi PC anda dengan password, lalu klik ‘Next.’


Pada pengaturan Privacy Setting bisa tetap menggunakan default saja, lalu klik ‘Accept.’ Tunggu beberapa menit, maka windows 10 sudah selesai terinstal di laptop atau PC kalian. Selanjutnya tinggal instal driver pendukung yang dibutuhkan. Seperti driver wifi, VGA, dan lain sebagainya.

Di tutorial ini kami tidak akan mengulas bagaimana caranya menginstal driver pendukungnya, barangkali di lain kesempatan akan kami ulas dalam bahasan tersendiri. Atau jika kalian ingin tahu, bisa search di google aja. Ada banyak informasi terkait teknis penginstalan program komputer.

Cara Instal Ulang Windows 10

Lalu bagaimana dengan laptop atau PC yang sebelumnya sudah terinstal Windows 10 dan ingin instal ulang? Apakah caraya sama dengan langkah-langkah penginstalan Windows pada laptop atau PC baru?

Memang tidak lengkap rasanya kalau kami hanya mengulas mengenai cara instal Windows 10 tanpa mengulas juga bagaimana cara melakukan instal ulangnya. Karena kan tidak semua laptop atau PC yang diinstal Windows 10 itu sebelumnya belum pernah terinstal Windows.

Ada kalanya laptop atau PC yang sudah terinstal Windows 10 mengalami gangguan atau merasa performancenya kurang OK. Nah, dalam hal ini kadang solusi instal ulang Windows menjadi jalan terbaik.

Dengan adanya fitur Refresh dan Reset pada Windows 10 memungkinkan kita untuk melakukan instal ulang tanpa butuh file instalasi lagi. Tidak perlu CD, VCD, atau flashdisk yang berisi installer Windows 10. Kita cukup manfaatkan fitur Refresh dan Reset yang disediakan oleh Windows 10.

Memang secara umum fitur Refresh dan Reset ini hampir sama, tapi perlu dicermati sebelum menggunakannya. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mengembalikan system Windows di laptop kita ke dalam keadaan seperti semula saat pertama kali diinstal. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Apa saja sih perbedaannya?


Jika kita menggunakan fitur Refresh, maka file pribadi dan program-program modern tidak akan hilang karena terhapus. Berbeda kalau kita menggunakan fitur Reset. File pribadi dan program modern akan terhapus ketika kita memilih menggunakan fitur Reset. Karena fitur Reset ini akan melakukan proses reinstal yang kemudian memformat ulang hard disk laptop atau PC.

Yang dimaksud sebagai program modern di sini adalah program yang tersedia di Windows Store. Kalau tidak salah, program-program modern ini mulai diperkenalkan sejak lahirnya Windows 8.

Untuk pertimbangan penggunaan Refresh atau Reset, tentu butuh kecermatan menilai masalah yang ada pada laptop. Memang rekomendasinya adalah dicoba dulu fitur Refresh untuk mengatasi masalah. Kalau memang setelah dilakukan Refresh belum juga mengatasi masalah, maka silakan menggunakan fitur Reset. Dengan catatan: lakukan back up data terlebih dahulu sebelum melakukan instal ulang Windows 10.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Desktop

Silakan buka start menu, lalu pilih Settings.

Pilih ‘Update & Service’ pada jendela yang disajikan.

Klik ‘Recovery’ yang ada pada kolom sebelah kanan di jendela.

 

Klik ‘Get Started’ pada pilihan Reset this PC.

Pilih ‘Keep my files’ jika kalian tidak ingin kehilangan file di laptop, atau pilih ‘Remove everything’ jika ingin me-reset Windows 10 di laptop atau PC kalian.

Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Boot Menu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan Refresh dan Reset Windows 10 melalui boot menu. Cara pertama, silakan ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Power’
  2. Kemudian klik tombol ‘Restart’ dibarengi dengan menekan tombol Shift pada keyboard.
  3. Pada jendela yang terbuka, pilih ‘Troubleshoot.’
  4. Selanjutnya pilih ‘Refresh your PC’ jika kalian ingin melakukan Refresh, atau pilih ‘Reset’ jika kalian ingin me-reset windows 10 laptop kalian.
  5. Tunggulah beberapa menit, bisa dengan sambil minum kopi atau menghabiskan camilan.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 di Laptop

  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Settings’
  2. Kemudian pilih ‘Update & Security’
  3. Klik ‘Recovery’ yang ada pada jendela
  4. Klik ‘Restart Now’ yang ada pada bagian Advance Startup
  5. Maka kemudian akan disajikan langkah-langkah seperti cara yang pertama tadi.

Cara instal ulang Windows 10 dengan Flashdisk

Instal ulang Windows 10 dengan flashdisk ini sebenarnya jarang dilakukan. Karena adanya fitur Refresh dan Reset tadi yang cenderung lebih mudah dan praktis. Namun, bukan berarti cara ini tidak penting untuk diketahui. Ada baiknya jika kita juga paham bagaimana cara instal ulang Windows 10 dengan flasdisk.

Yang pertama harus disiapkan adalah flashdisk yang sudah dibuat bootable Windows 10 di dalamnya. Caranya sama seperti yang sudah dijabarkan di awal tadi.


Sedangkan langkah-langkah instal ulang Windows 10 dengan flashdisk adalah sama dengan yang sudah kami jelaskan di awal mengenai cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Jadi, silakan ikuti langkah-langkahnya saja, ya?

Nah, demikianlah tutorial dari kami tentang cara install Window 10 lengkap dengan langkah-langkah praktis. Silakan dipelajari dan dipahami sebagai bahan panduan dalam melakukan install Windows 10 di laptop kalian.

Jika ketika melakukan install ada kendala, silakan komen pada kolom di bawah. Agar kami bisa memantau dan membantu sekaligus menjadi referensi pembaca lain untuk mendalami panduan install Windows 10 ini. 

Cara Recovery Data Dengan Recuva

 

Tentang Recuva

Manfaat Menginstal Recuva

Walaupun Recuva sudah cukup terkenal di kalangan pengguna PC dan laptop, tapi nyatanya masih banyak orang-orang yang belum mengetahui tentang manfaat maupun cara menggunakan Recuva. Recuva adalah sebuah program freeware kecil yang dapat digunakan untuk memulihkan gambar, musik, dokumen, video, dan segala jenis file lainnya pada hard-drive, kartu memori, disket, iPod, atau USB.

Tanpa Recuva, sangat mustahil untuk mengembalikan file yang sudah dihapus dari Recycle Bin. Akan tetapi, Recuva bisa mengembalikan file yang terhapus dari Recycle Bin hanya dalam hitungan menit saja. Tidak ingin data Anda yang sudah dihapus dari Recycle Bin masih tertinggal di sistem perangkat Anda? Mudah saja, Recuva dapat menghapus data Anda secara permanen agar tidak bisa dikembalikan lagi.

Cara Download dan Install Recuva

Install Recuva Cara Menggunakan Recuva

Tertarik untuk menggunakan Recuva pada komputer Anda? Cobalah untuk mengunduh dan memasang Recuva terlebih dahulu sebelum Anda mempelajari cara menggunakan aplikasi ini. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendownload dan menginstal Recuva pada komputer Anda:

  1. Download Recuva menggunakan komputer Anda dari link ini
  2. Klik kanan dan tahan untuk mengekstrak isinya
  3. Setelah diekstrak, buka folder Recuva dan pilih versi yang sesuai dengan komputer Anda. Recuva.exe adalah file untuk komputer yang menggunakan sistem 32-bit dan Recuva64.exe untuk komputer yang berjalan dengan sitem 64-bit
  4. Selanjutnya, program ini akan terbuka melalui Wizard. Ikuti semua langkah-langkah yang diminta oleh Wizard sebelum Anda membuka Recuva dengan mengklik “Next.”
  5. Kemudian, Recuva akan memberikan pilihan untuk tipe file yang akan dikembalikan, Anda klik “All Files.” Perlu diketahui, jika Anda memilih “all files” artinya Anda bisa mengembalikan semua jenis file, mulai dari email, foto, video, dan lainnya.
  6. Setelah memilih opsi “All Files” Anda bisa langsung klik “Next.”
  7. Berikutnya, Recuva juga akan menanyakan lokasi atau tempat penyimpanan file yang hilang. Jika Anda lupa, maka Anda bisa memilih “I am not sure.” Namun, jika Anda mengetahui lokasinya, silahkan pilih lah opsi “In a specific location” lalu browse lokasi file yang hilang tersebut. Kemudian, Anda bisa langsung klik “Next.”
  8. Langkah selanjutnya Anda hanya perlu klik “Start” dan tunggulah proses instalasi dari aplikasi Recuva.
  9. Apabila Anda memilih untuk menginstal Recuva, Anda akan dibawa ke menu “Welcome to the Recuva Wizard”, tapi program ini akan mencoba untuk meyakinkan Anda agar turut menginstall CCleaner. Jika tidak ingin menginstal CCleaner atau aplikasi lain, hapus semua pilihan centang saat proses instalasi

Perlu Anda ketahui bahwa Recuva juga bisa berjalan di komputer lawas yang menggunakan sistem operasi Windows 7, Vista, XP, 2003, 2000, dan 98. Bahkan, aplikasi ini bisa berjalan dalam komputer dengan sistem 64-bit. Tidak ada minimal kapasitas memori atau persyaratan hard-drive lainnya untuk menginstal aplikasi yang bermanfaat ini.

Cara Menggunakan Recuva untuk Memulihkan File yang Terhapus

Cara Menggunakan Recuva untuk Memulihkan File yang Terhapus

Inilah saat yang Anda tunggu-tunggu, di mana Carisinyal akan membagikan cara menggunakan Recuva untuk recovery file yang sudah terhapus. Berikut adalah tutorial menggunakan Recuva untuk memulihkan file yang sudah terhapus di komputer Anda:

  1. Buka Recuva Wizard dari komputer, lalu pilih jenis file yang ingin Anda kembalikan, entah itu dalam bentuk gambar, musik, dokumen, video, atau jenis file lainnya. Kemudian, klik tombol “Next”
  2. Sekarang tentukan lokasi penyimpanan file yang terhapus untuk mempercepat proses pencarian file yang hilang
  3. Jika Anda merasa yakin bahwa file yang terhapus memang disimpan di lokasi yang sudah ditentukan, maka Anda bisa langsung klik “Next”. Namun, bila Anda lupa atau tidak yakin mengenai lokasi penyimpanan file sebelum dihapus, pilih “I’m Not Sure” agar Recuva yang menyortir file di seluruh lokasi komputer meskipun akan membutuhkan waktu yang cukup lama
  4. Untuk memulai proses pencarian, centang kotak “Enable Deep Scan”, lalu klik “Start” maka aplikasi ini akan melakukan pencarian dengan lebih teliti dan tentunya akan memakan waktu yang lebih lama
  5. Tunggu selama beberapa saat karena pencarian file sedang dilakukan dan dibagi menjadi 3 bagian, yakni mencari file yang terhapus, menganalisa kerusakan file, dan menganalisi isi file
  6. Pilih file yang ingin dikembalikan dengan cara mencentang kotak di file-file yang ingin dikembalikan, lalu klik kanan dan pilih “Recover Highlited”, akhiri dengan klik tombol “Recover”

Fitur-Fitur yang Terdapat Dalam Recuva

Setelah mengetahui cara menggunakan Recuva rasanya tidak afdol jika kami tidak membahas mengenai fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi ini. Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, Recuva menawarkan kemampuan untuk mengembalikan file yang sudah terhapus di komputer Anda. Namun, faktanya Recuva juga menyediakan beberapa fitur lain yang sangat bermanfaat, seperti:

  • Mengembalikan File Di Hard disk

Fitur-Fitur yang Terdapat Dalam Recuva

Hard disk Anda tidak sengaja terformat dengan sendirinya, sementara Anda membutuhkan file-file yang ada di dalamnya? Tak perlu khawatir karena Recuva juga mampu mengembalikan file dalam hard disk yang sudah terformat.

Caranya, Anda bisa klik opsi “All local Disk” yang ada di bagian kiri atas. Kemudian, secara otomatis Recuva akan menampilkan file-file yang bisa Anda kembalikan. Anda tinggal “checklist” pada file yang ingin Anda kembalikan. Lalu, klik “Recover” pada bagian pojok kanan bawah.

  • Mengembalikan E-Mail
Mengembalikan E-Mail

* sumber: www.lifewire.com

Kebiasaan menghapus e-mail spam mungkin akan membuat Anda tidak sengaja menghapus e-mail yang penting juga. Recuva bisa mengembalikan e-mail yang sudah terhapus pada Microsoft Outlook Express, Mozilla Thunderbird, dan Windows Live Mail.

Caranya sangat mudah, Anda hanye perlu mengklik simbol “pencarian” yang ada di bagian atas samping “Options.” Setelah itu Anda pilihlah opsi “E-mail” untuk mengembalikan e-mail yang hilang. Nah, selanjutnya Anda tunggulah Recuva memproses pengembalian E-mail yang hilang.

  • Mengembalikan Data Di iPod
Mengembalikan Data Di iPod

* sumber: giphy.com

Jika Anda menghapus musik yang sudah tidak ingin didengarkan dari iPod, tetapi suatu saat Anda membutuhkan musik yang sudah dihapus itu, maka kembalikan musik di iPod dengan memanfaatkan Recuva. Ya, recuva memiliki keistimewaan lainnya dimana Anda bisa mengembalikan data atau file yang ada di iPod dengan mudah dan cepat lho.

  • Memulihkan Dokumen Microsft Office

* sumber: meningkatkantraffic.blogspot.co.id

Beberapa orang pernah mengalami kejadian di mana saat mengetik di Words atau Excel tiba-tiba komputer mati karena mati lampu atau crash. Otomatis dokumen Words atau Excel tersebut akan hilang karena belum disimpan. Akan tetapi, Recuva dapat mengembalikannya dengan recovery dari temporary files.

  • Menghapus File Secara Permanen

Menghapus File Secara Permanen

Bila Anda berpikir bahwa dengan menghapus file dari Recycle Bin saja sudah cukup untuk menghilangkan file secara permanen, maka Anda perlu berpikir dua kali. Pasalnya, file yang dihapus dari Recycle Bin bisa dikembalikan lagi dengan freeware sejenis Recuva. Jika ingin menghapus file secara permanen, gunakan Recuva karena aplikasi ini ini membuat file tersebut tidak bisa di recovery lagi.

  • Melakukan Scanning File di PC

melakukan scanning

Selain mengembalikan file yang hilang, Recuva juga memiliki fitur dimana penggunanya dapat melakukan pemindaian terhadap semua file yang ada di PC. Hal ini berfungsi bagi Anda yang mungkin lupa untuk lokasi file yang penting atau lokasi file yang hilang, maka dari itu Recuva membantu untuk memindainya.

  • Mengganti Bahasa

mengganti bahasa

Saat pertama kali Anda menginstall aplikasi Recuva, maka secara otomatis Recuva akan menampilkan semua instruksi dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun, Anda juga bisa menggunakan bahasa Indonesia untuk aplikasi Recuva ini lho.

Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu mengklik dan memilih opsi “Options.” Setelah itu, Anda bisa langsung klik “language.” Di sana langsung menampilkan semua bahasa yang avail pada aplikasi Recuva. Nah, Anda hanya perlu mencari “Indonesia” untuk mengubahnya ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian, Anda bisa langsung klik “Ok.”

Manfaat Menginstal Recuva

Kini, Anda sudah mengetahui manfaat dari memiliki Recuva, bukan? Tak ada salahnya untuk menginstal aplikasi ini di komputer Anda mengingat sewaktu-waktu Anda bisa kehilangan data penting karena tidak sengaja terhapus.

Di samping itu, Recuva juga merupakan aplikasi gratis yang tidak mengharuskan Anda untuk membayar sepeser pun. Jadi, sangat kami sarankan untuk menginstal Recuva di komputer maupun laptop Anda untuk berjaga-jaga.

Nah, itulah cara menggunakan Recuva berserta dengan keterangan lain mengenai aplikasi ini. Aplikasi yang dikembangkan oleh Piriform ini sudah dirilis sejak tahun 2007 dan tetap menjadi aplikasi terbaik untuk mengembalikan data yang hilang di komputer.