Tuesday, April 11, 2017

KEMAMPUAN KOMUNIKASI







Pengertian Kemampuan Komunikasi Menurut Ahli
Kemampuan komunikasi adalah bagian terpenting dari kehidupan, karena dengan berkomunikasi anak dapat mengekspresikan perasaan dan mengungkapkan ide serta pemikirannya. Melalui komunikasi anak dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain. Dredge dan Croswhite (1986, h.52) menjelaskan komunikasi sebagai proses dua arah yang melibatkan seseorang yang memberi pesan dan orang lain yang menerima dan bertingkah laku sesuai pesan tersebut. Lebih lanjut Bondy dan Frost (2002, h.25) mengatakan bahwa tujuan komunikasi adalah untuk mengungkapkan keinginan, mengekspresikan perasaan dan bertukar informasi.

Menurut Hetherington dan Parke (1986, h.103) ada dua kemampuan dasar dalam kemampuan komunikasi yaitu perkembangan kemampuan untuk memahami bahasa yang digunakan orang lain (receptive language) dan perkembangan kemampuan untuk memproduksi bahasa (production language).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi adalah kemampuan yang dimiliki anak dalam melakukan suatu proses hubungan dua arah atau interaksi baik secara verbal maupun non verbal dengan menggunakan gambar, isyarat, simbol, ekspresi wajah atau tulisan.

Komponen Dalam Kemampuan komunikasi
Menurut Dredge dan Croswhite (1986, h. 2) ada dua komponen penting dalam terciptanya komunikasi secara efektif. Komponen pertama adalah kemampuan untuk memahami pesan (pemahaman) yaitu kemampuan mendengarkan suara atau melihat aksi, kemampuan mengolah pesan, dan menyimpannya dalam memori. Komponen kedua adalah kemampuan berespon terhadap pesan (ekspresi) yaitu kemampuan memilih kata atau aksi yang tepat, kemampuan menyusun kata-kata dan aksi-aksi menjadi pesan yang dapat dimengerti. (1982, h. 164) menjelaskan bahwa pada dasarnya komunikasi dapat dibedakan dalam kemampuan komunikasi reseptif dan kemampuan komunikasi ekspresif .Kemampuan komunikasi reseptif ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam memahami dan mengerti instruksi atau perintah. Kemampuan komunikasi reseptif ditunjukkan dalam bentuk isyarat, tindakan atau bahasa tubuh. Sedangkan kemampuan komunikasi ekspresif adalah kemampuan seorang anak dalam menjawab atau mengekspresikan pikiran dan perasaan. Kemampuan komunikasi ekspresif biasanya ditunjukkan dalam bentuk verbal.

Sependapat dengan hal tersebut di atas Sabir (2003,h. 233) menyebutkan bahwa bahasa dibagi menjadi dua bagian yaitu bahasa reseptif/pemahaman dan bahasa ekspresif/pengungkapan secara verbal. Bicara hanyalah salah satu dari cara berkomunikasi. Disamping penggunaan bahasa verbal,banyak cara lain yang dapat digunakan untuk dapat berkomunikasi dengan anak autis yaitu menggunakan ekspresi wajah, menggunakan gesture atau gerak-isyarat, melakukan modifikasi pada intonasi nada suara sesuai kebutuhan, menunjuk gambar, menunjuk tulisan, menggunakan papan komunikasi, dan menggunakan symbol (Sjah dan Fadhilah, 2003, h. 214).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komponen kemampuan komunikasi meliputi kemampuan dalam memahami pesan, yaitu kemampuan mendengarkan suara/instruksi atau melihat aksi, kemampuan mengolah pesan dan menyimpannya dalam memori.dan kemampuan memberikan respon terhadap pesan atau instruksi yang ditunjukkan dalam dalam bentuk verbal, isyarat, tindakan atau bahasa tubuh.


Kemampuan Berkomunikasi

1.Pengertian Kemampuan Berkomunikasi
Komunikasi ini diartikan dimana manusia saling bertukar kata, gagasan dan perasaan. Bertukar gagasan, membantu seseorang untuk berhubungan satu dengan yang lainnya. Komunikasi yang tidak baik merupakan salah satu alasan mengapa banyak sekali pekerjaan yang gagal diselesaikan oleh seorang pekerja. Bertukar pandangan satu dengan yang lainnya dapat saling menyelami perasaan, komunikasi akan membantu mewujudkan hubungan timbal-balik dan hal ini dapat membuat nilai tambah pada kemampuan seseorang. Karena pentingnya penerimaan seseorang individu terhadap proses yang bertahap maka sebelum mendalami lebih jauh tentang komunikasi maka kita harus memperkenalkan bahwa komunikasi adalah suatu proses

2. Lima keterampilan dasar dalam proses berkomunikasi:
a. Hadir/Attending
b. Mendengarkan/Listening
c. Observasi/Observing
d. Menyimpulkan /Clarifying/ Summarising
e. Menanggapi /Responding/Giving Feedback

3. Berkomunikasi di tempat kerja
Tempat kerja ada yang menyebut kantor adalah tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan kegiatan bersama-sama atau kegiatan ketatausahaan. Komunikasi yang efektif akan menciptakan iklim kerja kantor yang sehat dan terbuka. Hal ini penting untuk meningkatkan kreativitas dan dedikasi para pekerja.
1. Komunikasi verbal dan non verbal
a. Komunikasi verbal, berbicara, berdiskusi, pertanyaan-pertanyaan, kuliah, presentasi, dialog, percakapan-percakapan, debat, argumentasi, berbincang-bincang. Komunikasi verbal digunakan antara lain: bertemu dan menyapa, menjelaskan arah, memberi perintah, menjawab permintaan, melayani konsumen, menjelaskan barang-barang dan pelayanan, menangani keluhan tamu, membuat permintaan maaf, berkomunikasi dengan rekan kerja.

2. Komunikasi non verbal, seperti gestur (body language), meliputi: gerakan-gerakan tangan atau kepala, postur serta ekspresi muka, tersenyum, menggerakkan dagu anda, duduk lalu berdiri dan muka memerah dengan kesal, marah, senang dan sebagainya. body language banyak digunakan untuk mendapatkan solusi atau jalan keluar dengan mengkontradiksikan apa yang kita katakan.

b. Komunikasi internal dan eksternal
a. Komunikasi Internal adalah komunikasi yang berlangsung dalam organisasi. yang terdiri atas komunikasi dari atasan kepada bawahan, (petunjuk, keterangan umum, perintahteguran dan pujian) sedangkan dari bawahan kepada atasan (laporan, keluhan, pendapat dan saran). Juga terdapat komunikasi secara horisontal atau mendatar yaitu komunikasi antara pimpinan dengan pimpinan, atau bawahan dengan bawahan. Dan informasi yang berlangsung secara diagonal.
b. Komunikasi Eksternal, adalah komunikasi yang berlangsung antara organisasi dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi yang memiliki dua fungsi yaitu (a) fungsi kehumasan di hotel dikenal dengan istilah public relation(PR ), dan (b)guest officer relation(GRO). Adapun tujuan dari komunikasi eksternal ini adalah untuk mendapatkan pengertian, kepercayaan, bantuan serta kerjasama dari masyarakat. Pelaksanaan fungsi keluar ini dilakukan dengan cara: Pengeluaran publikasi, mengadakan tatap muka didepan umum, mengadakan pameran serta mengadakan hubungan dengan pers, sedangkan GRO bertujuan untuk mengetahui sampai dimana keinginan masyarakat serta tanggapan masyarakat tentang kegiaatan yang dilakukan oleh organisasi Hotel tersebut.



c. Komunikasi informal dan non formal
a. Komunikasi informal, komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi, tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi. Komunikasi informal ini disebut juga the grepe-vine pola penyampaiannya melalui rantai kerumunan (Cluster Chain) komunikasi informal ini berfungsi untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok penyebaran informasi yang bersifat Prive (Gosip/desas-desus). Walaupun sifatnya tidak resmi tetapi juga bisa memegang peranan penting dan mempengaruhi organisasi karena dapat memelihara persahabatan dan juga sebaliknya.Dibawah ini merupakan beberapa jenis komunikasi informal yang sering dilakukan pada kelompok yang lebih kecil di organisasi, seperti:
1.) Kelompok Kerja
Yaitu kelompok yang bekerja pada area yang sama atau sejenis, atau pada departemen yang sama, atau di kelompok yang melakukan prosedur kerja yang sama.
2.) Kelompok Sosial
Yaitu kelompok yang “bermain” bersama baik didalam atau diluar tempat kerja; diantaranya yang memiliki hobby/kegemaran, olahraga yang sama. Atau mereka berkumpul bersama di dalam organisasi di luar perusahaan untuk bekerja sosial.


3.) Klik
Sekelompok orang yang membentuk kelompok tertutup di dalam perusahaan atau sebuah departemen atau disebuah area kerja. Klik dapat mengabaikan perbedaan tingkatan, dan kadang-kadang dapat menyebabkan iritasi bagi kelompok orang diluarnya, hal ini memungkinkan munculnya orang-orang favorit ketika anggota suatu klik dipromosikan. Salah satu metode dari komunikasi informal yang dapat digunkan secara konstruktif atau destruktif adalah grapevine.
4.) Grapevine
Seperti yang sudah dijelaskan, putaran komunikasi yang memiliki jalan disekeliling organisasi, seringkali mengumpulkan atau kehilangan detilnya pada perjalanannya sehingga terjadi bisa pada proses komunikasi tersebut.


a. Komunikasi non formal, adalah komunikasi antara yang bersifat resmi dan tidak resmi, juga merupakan perantara untuk memperlancar penyelesaian tugas resmi serta dapat mengarahkan komunikasi informal kearah komunikasi formald. Komunikasi Antar pribadi (Interpersonal Communication ). Komunikasi antar pribadi atau komunikasi antar individu adalah komunikasi yang berlangsung antar individu satu dengan individu lainnya. Agar komunikasi antar individu dapat berjalan baik maka diperlukan sifat:
a. Saling percaya
b. Saling terbuka
c. Saling menghargai/respek satu dengan yang lainnya.

4. Hambatan Dalam Berkomunikasi
Hambatan komunikasi terjadi bila: kurangnya pemahaman mengenai situasi atau budaya orang lain, tidak memahami permasalahan orang lain, kurang menguasai prosedur, kurang menghargai budaya orang lain, kurang menghargai rekan kerja, praduga negatif terhadap RAS. Apabila terjadi hambatan carilah selalu jawaban pertama pada diri anda, kemungkinan terdapat penyampaian komunikasi tidak lengkap atau kesalah= pahaman kemudian baru mencari bantuan kepada orang lain (rekan kerja, atasan , bawahan atau manajer yang sedang bertugas)